Kenapa Manusia Harus Malu, Jika Tidak Ta’at Pada Allah Swt

 

TIMESMUBA – Seseorang menemui syekh Ibrahim Bin Adham ulama sufi asal Khurasan berdarah arab, orang tersebut bertanya apakah saya bisa ta’at kepada Allah swt, tapi dia tidak bisa meninggalkan kebiasaan maksiat, apakah semua ini bisa saya dilakukan?

Kemudian waliyullah ini terdiam sejenak, dengan nada lembut waliyyullah ini berkata, apa alasan anda tidak bisa meninggalkan maksiat kepada Allah swt ?

Orang ini menjawab karena mabuk, zina, judi, menipu, mencuri dan semua yang dilarang itu sudah menjadi kebiasaan, sehingga tidak bisa saya tinggalkan.

Baiklah saudaraku jawab syekh, kamu boleh bermaksiat kepada Allah swt, tapi dengan 5 syarat, jika syarat dan ketentuan ini bisa kamu lakukan, kamu boleh melakukan kebiasaanmu bermaksiat sesuka hatimu.

Dengan tidak sabar, orang ini ingin mengetahui apa syarat-syarat dan ketentuan yang diberikan kepadanya agar dia tetap bisa ta’at dan tetap bisa bermaksiat.

Syekh berkata syarat yang pertama, kamu boleh bermaksiat kepada Allah swt dengan syarat jangan makan rezeki dari Allah swt.

وما من دابة فى الا رض الا على الله رزقها

Artinya : Dan tidak ada satupun makhluk yang bergerak (bernyawa) dimuka bumi melainkan semua sudah dijamin rezekinya oleh Allah swt. (QS. Hud : 6)
Orang ini menjawab : wahai syekh mana bisa begitu karena semua yang saya makan itu pemberian Allah swt dan rezeki dari Allah swt.

Kemudian pemuda ini bertanya lagi, apakah ada syarat yang lain syekh? Mungkin syarat yang kedua ini saya sanggup.

Waliyullah ini menjawab baiklah, Kalau kamu tidak sanggup dengan syarat yang pertama, ada syarat yang kedua yakni kamu boleh bermaksiat kepada Allah swt tapi kamu jangan tinggal di bumi, karena bumi milik Allah swt.

له ما فى السموت وما فى الا رض.

Artinya : Semua milik Allah swt apa yang ada di langit dan apa yang ada dibumi.(QS : Al-Baqarah : 255)

Ternyata syarat yang kedua ini tambah sulit baginya, mungkin ada syarat yang ketiga syekh bisa saya lakukan?

Syarat yang ketiga, kamu boleh bermaksiat tapi, jangan sampai dilihat oleh Allah swt. Karena tidaklah mungkin orang yang tinggal dibumi-Nya dan makan rezeki dari-Nya tapi melanggar yang diperintahnya, oleh karena itu kalau kamu ingin bermaksiat jangan sampai Allah swt melihatmu.

واتقواالله واعلموا ان الله بما تعملوان بصىر

Artinya : Bertaqwalah kamu kepada Allah swt dan ketahuilah bahwa Allah swt maha melihat apa yang kamu kerjakan.(QS : Al- Baqarah : 233)

Syarat yang ketiga ini membuat orang ini terdiam dengan air mata mengalir dari kelopak matanya, Kemudian syekh ini melanjutkan syarat yang keempat, jika kamu ingin bermaksiat kepada Allah swt, apabila datang malaikat maut ingin mencabut nyawamu, maka kamu mintalah untuk ditunda. Agar kamu bisa bertobat.

فاذا جاء اجلهم لا ىستاء خرون ساعة ولا ىستقد مون

Artinya : Maka apabila ajal itu tiba, mereka tidak akan dapat minta penangguhan dan tidak mempercepat barang sesaatpun.(QS : Al-A’raaf : 34)

Syarat kelima yang terakhir adalah ketika diakherat apabila malaikat menggiringmu keneraka, tolak dan mintalah kepada malaikat itu untuk digiring kesurga.

فرىق فى الجنة وفرىق فى السعىر

Artinya : Sebagian manusia masuk surga dan sebagian masuk neraka. (QS : Asy-syura : 7)

Jika kelima syarat tersebut mampu kamu penuhi silahkan kamu bermaksiat sesuai keinginan nafsumu.

Sehingga orang tersebut menyesal dan menangis dan menjadi hamba Allah swt bertaubat, ternyata hidup ini kita tidak bisa menurutkan apa keinginan hawa nafsu karena semuanya ada peraturan-peraturan dan syari’at yang telah Allah swt tetapkan dan dicontohkan kekasihnya baginda Nabi Muhammad saw. Untuk pedoman manusia selama hidup didunia. Hadits Nabi Saw :

تركت فىكم امرىن لن تضلوا ما تمسكتم بهما كتاب الله و سنة نبىه

Artinya : Aku telah tinggalkan kepada kalian dua perkara yang jika kalian berpegang teguh kepadanya tidak akan tersesat, yaitu Kitab Allah swt dan sunnah nabi-Nya. ( HR : Malik )

Ringkas dari kisah diatas diungkapkan oleh Zurriyat Nabi Muhammmad saw Habib Umar Bin Hafidz dengan ungkapan :

“Malulah kepada Allah swt. Kamu makan dari pemberian-Nya, minum dari Air-Nya, hidup dibumi-Nya, kemudian kamu gunakan semua itu untuk melanggar peraturan-Nya ? “.

Dari cerita tersebut semoga menjadi inspirasi dan pelajaran bagi kita sebagai makhluk ciptaan Allah swt, untuk senantiasa istiqomah serta semata-mata menjaga keikhlasan dalam menggapai ridho-Nya.

Penulis : Ibrahim.S.Sos.I
Fakultas Dakwah UIN Raden Fatah Palembang

Array

Komentar

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait